Latar Belakang
Dalam perkembangannya, para pelaku industri dan investor mulai menggunakan istilah-istilah tertentu untuk mengklasifikasikan startup berdasarkan nilai valuasi.
Penggunaan istilah-istilah ini bukan sekadar untuk tujuan identifikasi, tetapi juga sebagai bentuk branding dan signaling (sinyal) bagi calon investor, mitra bisnis, maupun masyarakat umum.
Inilah Tingkatan-Tingkatan Dalam Valuasi Startup
1. Cockroach
Valuasi: Kurang dari USD 10 juta
Startup pada tahap awal (early-stage startup) yang berfokus pada validasi produk (product validation) dan pengujian pasar (market testing). Istilah cockroach digunakan karena perusahaan ini diibaratkan seperti kecoa yang mampu bertahan dalam kondisi sulit dan minim modal. Fokus utama mereka adalah bertahan hidup, memperbaiki model bisnis, serta mengoptimalkan produk minimum viable product (MVP).
2. Ponies
Valuasi: USD 10 juta hingga USD 100 juta
Startup pada tahap pertumbuhan awal (early growth stage). Pada tahap ini, perusahaan telah menunjukkan product-market fit yang baik, memperoleh pendanaan lanjutan (Series A/B), serta mulai meningkatkan skala operasional. Istilah ponies menggambarkan startup yang mulai menunjukkan potensi “berlari” lebih cepat, tetapi masih dalam tahap penguatan fondasi pasar.
3. Unicorn
Valuasi: Di atas USD 1 miliar (sekitar Rp16 triliun)
Startup yang telah mencapai valuasi di atas USD 1 miliar. Konsep unicorn diperkenalkan pertama kali oleh Aileen Lee pada tahun 2013 untuk menggambarkan kelangkaan startup dengan valuasi sebesar ini. Startup pada kategori ini biasanya sudah memiliki model bisnis yang matang, jumlah pengguna besar, serta daya tarik signifikan bagi investor global.
Contoh: Gojek, Tokopedia, Bukalapak.
4. Decacorn
Valuasi: Di atas USD 10 miliar (sekitar Rp160 triliun)
Startup yang berhasil melewati ambang valuasi USD 10 miliar. Perusahaan pada kategori ini tidak hanya menguasai pasar lokal, tetapi juga melakukan ekspansi internasional dan memiliki dampak global yang signifikan.
Contoh: ByteDance (TikTok), SpaceX, Stripe.
5. Hectocorn
Valuasi: Di atas USD 100 miliar (sekitar Rp1.600 triliun)
Startup yang berada pada level valuasi tertinggi dan sangat jarang ditemukan. Biasanya, startup dalam kategori ini sudah menjadi pemain dominan global serta memiliki pengaruh besar terhadap industri. Sering kali, perusahaan ini pada akhirnya melakukan initial public offering (IPO) dan berubah status menjadi perusahaan publik.
Contoh: Tesla, Meta (pada masa awal sebelum IPO).
6. Titan / Super Unicorn
Valuasi: Di atas USD 1 triliun (sekitar Rp16.000 triliun)
Kategori ini digunakan untuk perusahaan teknologi yang telah berkembang jauh melampaui definisi startup, namun secara historis mereka bermula dari startup. Nilai valuasi yang sangat tinggi menunjukkan dominasi pasar global dan keunggulan inovasi yang dimiliki.
Contoh: Apple, Microsoft, Amazon.
Kesimpulan
Itulah tingkatan-tingkatan dalam valuasi startup yang sudah Mici jelaskan.
Stratifikasi valuasi startup merupakan indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan, daya saing, serta potensi ekspansi global suatu perusahaan rintisan.
Penamaan seperti unicorn, decacorn, hingga hectocorn digunakan tidak hanya sebagai simbol prestasi, tetapi juga sebagai strategi branding untuk menarik investor serta membangun citra di mata pasar dan masyarakat.
The Circle Office Sebagai Solusi Legalitas Usaha
The Circle Office hadir untuk membantumu mewujudkan perlindungan hukum atas merek dengan proses yang cepat, mudah, dan terjangkau. Didukung oleh tim profesional yang berpengalaman, kamu bisa mendaftarkan merek dengan aman tanpa ribet.
Keunggulan Kami:
- Harga bersahabat
- Proses transparan & cepat
- Tim ahli hukum kekayaan intelektual
Jangan tunggu sampai merekmu diambil orang lain.
Segera daftarkan brand kamu bersama The Circle Office.


