Latar Belakang
Daya saing ekonomi menunjukkan seberapa mampu negara tersebut dalam bersaing dalam ekonomi global. Investasi asing, regulasi, kesiapan masyarakat, dan PDB merupakan kunci utama dalam pengembangan daya saing ekonomi.
Namun, menurut IMD World Competitiveness Ranking, Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam persaingan ekonomi, ada apa sebenarnya? Mari kita bahas.
Daya Saing Ekonomi Indonesia Meluncur Bebas
Menurut IMD World Competitiveness Ranking, Indonesia menempati posisi ke-40 dari total 69 negara, padahal sebelumnya Indonesia menempati posisi ke-20. Artinya, Indonesia mengalami penurunan posisi hingga -13 peringkat.
Penurunan ini menjadi tanda bahwa perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
IMD Menilai Daya Saing Suatu Negara Berdasarkan 4 Aspek
1. Performa Ekonomi (Peringkat ke-24 – Sama Seperti Tahun Lalu)
Meliputi:
- Ekonomi Domestik (Posisi ke-9 – naik 1 peringkat).
- Perdagangan Internasional (Posisi ke-46 – naik 4 peringkat).
- Investasi Internasional (Posisi ke-42 – turun 6 peringkat).
- Ketenagakerjaan (Posisi ke-17 – naik 15 peringkat).
- Stabilitas Harga (Posisi ke-16 – turun 4 peringkat).
2. Efisiensi Pemerintah (Peringkat ke-34 – Turun 11 Peringkat)
Meliputi:
- Keuangan Publik (Posisi ke-24 – turun 6 peringkat).
- Kebijakan Pajak (Posisi ke-10 – naik 2 peringkat).
- Kerangka Kelembagaan (Posisi ke-51 – turun 26 peringkat).
- Peraturan Bisnis (Posisi ke-49 – turun 7 peringkat).
- Kerangka Sosial (Posisi ke-47 – turun 8 peringkat).
3. Efisiensi Bisnis (Peringkat ke-26 – Turun 12 Peringkat)
Meliputi:
- Produktivitas & Efisiensi (Posisi ke-44 – turun 14 peringkat).
- Pasar Tenaga Kerja (Posisi ke-10 – turun 8 peringkat).
- Sektor Keuangan (Posisi ke-37 – turun 12 peringkat).
- Praktik Manajemen (Posisi ke-30 – turun 20 peringkat).
- Sikap & Nilai Sosial (Posisi ke-26 – turun 14 peringkat).
4. Infrastruktur (Peringkat ke-57 – Turun 5 Peringkat)
Meliputi:
- Infrastruktur Dasar (Posisi ke-33 – turun 11 peringkat).
- Infrastruktur Teknologi (Posisi ke-46 – turun 14 peringkat).
- Infrastruktur Ilmiah/Riset (Posisi ke-50 – turun 5 peringkat).
- Kesehatan & Lingkungan (Posisi ke-63 – turun 2 peringkat).
- Pendidikan (Posisi ke-62 – turun 5 peringkat).
Faktor Krusial Penurunan Daya Saing Ekonomi
Direktur IMD WCC Arturo Bris menyatakan bahwa daya saing makin bergantung pada kesiapan digital, manajemen transisi hijau, serta pendekatan inovatif dalam menjaga ketahanan suatu negara.
“Para pemimpin hari ini juga memperhatikan aspek kesiapan digitalisasi, manajemen transisi hijau, serta pendekatan berbeda untuk menjaga ketahanan,” kata Arturo dalam laporan WCC, dikutip Jumat (20/06/2025).
Kesimpulan
Lambatnya birokrasi, turunnya minat investor asing, rendahnya produktivitas tenaga kerja, dan lemahnya praktik hukum dan manajemen menjadi faktor krusial yang menjadikan Indonesia turun peringkat.
Dari kejadian ini, peran pemerintah sangat dibutuhkan demi menjaga daya saing ekonomi, karena penurunan daya saing ekonomi akan sangat berdampak bagi ekonomi Indonesia di masa depan.
The Circle Office Sebagai Solusi Legalitas Usaha
Ingin bisnismu legal dan dilindungi hukum? Segera legalkan bisnismu di The Circle Office, solusi tepat masalah lewat.
Harga terjangkau dengan pelayanan maksimal yang akan dibantu oleh tim professional dari awal hingga akhir. Kamu hanya duduk manis sambil membesarkan bisnis dan masalah legalitas 100% kami yang urus.
Info selengkapnya bisa kamu lihat disini


