Latar Belakang
Di zaman yang serba digital, semua aspek pasti berbasis teknologi dan instan, begitu juga dengan hadirnya Platform P2P Lending ‘Akseleran’ milik PT Akselerasi Usaha Indonesia.
Platform P2P Lending ‘Akseleran’ merupakan sebuah aplikasi peminjaman uang yang akan mempertemukan antara pihak penyedia dana (lender) dengan pihak peminjam dana (borrower).
Aplikasi ini mendapatkan keuntungan dari bunga yang diberikan borrower kepada lander, sehingga kedua belah pihak akan saling menguntungkan.
Kasus Gagal Bayar Platform P2P Lending ‘Akseleran’
Baru-baru ini, dunia ekonomi lokal dihebohkan dengan dugaan Platform P2P Lending ‘Akseleran’ yang gagal membayarkan uang kepada lender.
Hal ini bermula ketika para borrower tidak mampu untuk membayar pinjaman hingga jatuh tempo, hal ini tentunya menjadi kerugian besar bagi lender, jumlahnya tak main-main, diperkirakan hingga Rp 178 miliar.
Banyak lender yang meminjamkan dana adalah anak-anak muda yang awalnya tertarik karena promosi dan janji imbal hasil yang menarik.
Namun, ledakan kekecewaan tak terbendung bermula dari media sosial. Beberapa lender mulai membagikan pengalaman mereka, tak sedikit pula yang meluapkan kekesalan karena dana belum kembali.
Seret Influencer Keuangan Ternama
Disela-sela ramainya kekecewaan para lender, nama influencer ternama ikut terseret, yakni Felicia Putri Tjiasaka atau biasa disebut sebagai Ci Feli.
Felicia awalnya merekomendasikan platform P2P Lending sebagai sebuah aset investasi bagi anak muda.
Namun, Felicia menegaskan bahwa setiap investasi pasti memiliki resikonya masing-masing dan mengingatkan bagi para calon lender untuk tetap berhati-hati dalam meminjamkan dan menanamkan modal bagi para borrower.
Tetapi, banyak lender yang tidak puas dan malah menyalahkan Felicia atas kasus yang menimpanya.
Tanggapan Felicia Mengenai Platform P2P Lending ‘Akseleran’
Felicia mengunggah video klarifikasi pada 18 Juni 2025 melalui akun Instagram @felicia.tjiasaka. Ia menyatakan bahwa dirinya juga sempat menjadi lender Akseleran sejak 2020 dan berhenti mendanai pada 2023.
“Apakah saya mempromosikan tapi tidak investasi di Akseleran? Itu salah total. Saya pendanaan di situ sejak 2020 dan berhenti sekitar 2023,” ujarnya dalam video klarifikasi tersebut.
Felicia mengaku ada dana miliknya yang juga ikut macet, walau nilainya tidak besar karena memakai fitur auto lending. Ia juga meminta maaf kepada publik dan menegaskan tidak lari dari tanggung jawab moral.
“Saya minta maaf, karena menjadi manusia yang bisa dan sering salah. Namun, saya tidak kabur,” ujarnya.
Kesimpulan
Setiap investasi memiliki resikonya masing-masing, sebagai investor bijak, tentunya kita harus cerdas dalam memilih aset investasi yang meyakinkan.
Kasus platform P2P Lending ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi para investor agar tetap waspada dan menganalisis lebih teliti agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.
The Circle Office Hadir Untuk Melegalkan Usahamu
Ingin bisnismu melejit? Daftarkan dan legalkan bisnismu di The Circle Office.
Dengan harga yang terjangkau, proses pelegalan dari awal hingga akhir akan ditangani oleh tim professional dari The Circle Office
Kembangkan usahamu, biar kami yang urus legalitas.


