Latar Belakang
Senin (21/7/2025) jembatan Pasopati Bandung macet hingga diblokade akibat aksi demo yang digelar oleh supir bus dan beberapa pengusaha di sektor pariwisata.
Hal itu terjadi akibat surat edaran nomor 45/PK.03.03.KESRA tentang larangan menggelar study tour.
Aksi tersebut dimulai dengan rombongan bus sambil membunyikan klakson telolet yang diparkirkan di kiri dan kanan halaman Gedung Sate.
Parkiran bus tersebut pun, menutup akses Jalan Diponegoro, dari arah Pusdai dan Sultan Agung-Aria Jipang.
Alasan Larangan Study Tour
Surat edaran tersebut direncanakan oleh Dedi Mulyadi imbas keluhan beberapa masyarakat yang keberatan akan wajibnya pelaksanaan kegiatan study tour.
Study tour merupakan kegiatan tahunan sekolah yang bertujuan untuk memberikan wisata edukasi bagi siswa, terkadang beberapa sekolah mewajibkan kegiatan tersebut.
Banyak masyarakat mengeluh mengenai biaya study tour yang tinggi dan mengaku tak mampu untuk membayar.
Kepercayaan Masyarakat Kepada PO Bus Yang Menurun
Selain mahalnya biaya study tour, faktor lainnya adalah karena masyarakat juga mengkhawatirkan kualitas serta kondisi bus yang terkadang kurang layak.
Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran banyaknya masyarakat, dan berharap agar PO bus agar segera berbenah mengenai hal ini.
Pengusaha Bus Tidak Terima
Usai rencana surat edaran tersebut, banyak pengusaha di sektor pariwisata yang tidak terima akan larangan kegiatan study tour.
Salah satu supir bus mengatakan jika pendapatan PO lebih banyak di sektor study tour siswa sekolah.
Larangan ini tentunya akan sangat merugikan PO, apalagi pihak supir bus.
Permintaan Pengusaha dan Supir Bus
Usai aksi demo di depan Gedung sate hingga memblokir jalan di jembatan pasopati, para pengusaha dan supir bus berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera mencabut surat edaran tersebut.
Para pendemo pun mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika Dedi Mulyadi tidak menemui mereka dan mendengar keluhan mereka.
Kesimpulan
Para pengusaha di sektor pariwisata dan sopir bus menggelar aksi demo di depan gedung sate hingga memblokir jembatan Pasopati Bandung imbas surat edaran mengenai larangan study tour.
Mici berharap agar kasus ini segera menemukan jalan keluar dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
The Circle Office Sebagai Solusi Legalitas Usaha
The Circle Office hadir untuk membantu Anda dalam mengurus pendaftaran merek dengan proses yang mudah, cepat, dan terjangkau. Didukung oleh tim profesional yang berpengalaman di bidang hukum kekayaan intelektual, kami memastikan setiap proses berjalan aman dan transparan.
Kenapa memilih The Circle Office?
- Harga bersahabat, cocok untuk UKM maupun startup.
- Proses transparan dan cepat, Anda akan selalu mendapatkan update.
- Tim ahli hukum berpengalaman, memastikan perlindungan hukum merek Anda optimal.
Jangan tunggu sampai merek Anda diklaim orang lain!
Amankan brand Anda sekarang juga bersama The Circle Office.
Klik di sini untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi gratis.


